Awalnya Sebuah Tantangan dan Kesulitan, Akhirnya jadi Bisnis yang Sukses.
Sejak mahasiswa (tahun 1995; semester V), saya sudah mengajar. Waktu itu Papa mengalami kecelakaan dan tabrak lari, kondisinya sangat kritis, semua panca indra mengeluarkan darah. Kami sekeluarga waktu itu berpikir dan pasrah, tetapi ada kekhawatiran dan ketakutan, sebab biar bagaimanapun Papa adalah tulang punggung keluarga. Sejak saat itu saya berpikir dan berusaha keras untuk dapat meneruskan cita-cita orang tua, dan saya bertekad kami semua harus menyelesaikan kuliah. Dan akhirnya mulailah saya mengajar privat dari rumah ke rumah. Kami bersyukur satu bulan kemudian Papa pulih, namun kami sadar dan melihat memang secara fisik beliau tidak mungkin lagi bekerja terlalu capai.
Siswa privat pertama saya adalah siswa kelas 2 SMP. Anak ini luar biasa, dia juara satu paling akhir, semua nilai di raportnya merah, hanya dua bidang studi yang biru. Guru di sekolah telah memvonis bahwa dia bakal tidak naik. Orang tuanya menceritakan memang sejak lulus SD, kemauan belajar dan prestasi di sekolahnya terus turun secara drastis, mereka menjadi malu, jika harus bertemu dengan sanak keluarga dan teman-temannya yang sukses dan berhasil.
Sewaktu itu saya berpikir, bagaimana ini. Sungguh tantangan yang luar biasa, jika anak ini benar-benar tidak naik kelas, habislah saya apalagi dia siswa pertama saya. Tetapi saya bersyukur, saat itu saya berpikir positif saja dan menganggap hal ini sebagai tantangan dan peluang, jika dia akhirnya berhasil dan sukses, pasti dampaknya sangat luar biasa.
Singkat cerita, saya berusaha mencari tahu sebenarnya mengapa anak ini raportnya sampai merah semua, dan saya coba membenahi kemauan dan motivasinya untuk mau belajar dan punya semangat untuk bangkit dan berhasil. Dan akhirnya anak ini mulai terbuka dengan saya. Dia merasa orangtuanya tidak pernah punya waktu dan memperhatikannya, dia merasa dirinya tidak lebih penting dari usaha/bisnis orang tuanya. Saya dengan hati-hati berusaha mengkomunikasikan dan menjelaskan hal ini kepada kedua orang tuanya. Saya mengatakan untuk membuat anak ini bangkit dan sukses, yang diperlukannya adalah orang tuanya. Dan syukur kedua orang tuanya sadar dan mau bekerjasama. Dan anak ini kemudian punya semangat belajar yang sangat kuat, dan dia termotivasi untuk membuktikan kepada semua orang bahwa dia bisa dan mampu bangkit. Dan saya pun mulai memainkan peran saya sebagai seorang guru sekaligus kakak, bagi anak ini. Dan akhir cerita luar biasa, anak ini yang dulu raportnya semua kebakaran dan peringkat satu paling buncit, dalam waktu satu semester (enam bulan), dia berhasil menjadi juara 3 di kelasnya. Kedua orang tuanya senang dan bangga sekali, dulu mereka malu, kini mereka dengan bangga dan mantap menceritakan keberhasilan anaknya yang telah bangkit kepada semua sanak saudara dan teman-temannya.
Dan saya tentunya menjadi sumber dan bahan cerita, sebagai guru privat yang berhasil dan sukses, membuat seorang anak bangkit dan sukses menjadi juara. Kemudian orderan mengajarpun melimpah ruah kepada saya, banyak telepon dari orangtua-orang tua yang datang, yang meminta supaya saya mengajar anak-anaknya, karena mereka juga ingin anak-anaknya juga sukses dan jadi juara. Mulailah sejak saat itu saya mengkoordinir beberapa teman kuliah saya dan membuat sebuah biro privat, sampai waktu itu kami punya omset bisa mencapai Rp25-30 juta/bulan (untuk ukuran mahasiswa tentulah pendapatan yang cukup fantastic).
Kemudian saya lakoni terus pekerjaan ini sampai akhirnya tahun 1997 saya menyelesaikan S1 saya, dan kemudian langsung menerima tawaran untuk bergabung di Bank Central Asia (BCA). Walaupun telah bekerja di BCA, pulang dari kantor saya masih mengajar hingga jam 10 malam. Pernah berpikir untuk tidak lagi mengajar, tetapi saya merasa kehilangan sesuatu, karena buat saya mengajar adalah hobi dan saya senang jika melihat anak-anak yang kami didik menjadi berhasil dan sukses. Di BCA saya tidak lama kurang dari 3 tahun saya di sana, dan akhirnya saya memutuskan mendirikan sebuah lembaga bimbingan belajar di tahun 1999. Bulan pertama kami langsung mendapat 300 orang siswa, yang 80% nya anak nasabah BCA sendiri, yang kebanyakan juga adalah saudara-saudara siswa yang saya ajar di Privat.
Awalnya satu cabang dan terus berkembang dan berkembang dan singkatnya di pertengahan tahun 2005 banyak orang yang datang ke Super Bimbel ”GSC” ingin membeli franchise Bimbel ini. Waktu itu saya bingung, dari mana mereka tahu dan apa itu franchise. Sejak itu saya berusaha mencari tahu, buku-buku dan informasi-informasi tentang franchise saya kumpulkan.
Singkat cerita sekitar pertengahan April 2006, saya mengikuti Workshop ”How to franchise your bussiness”. Di Workshop itu saya berkenalan dan ngobrol dengan seorang konsltan franchise dari IFBM, Bapak Burang Riyadi, MBA. Dari beliaulah saya banyak belajar dan termotivasi untuk mengembangkan Super Bimbel “GSC” dengan sistem franchise. Akhirnya saya meminta bantuan beliau untuk mempersiapkan konsep dan system franchise Super Bimbel ”GSC” agar terstruktur dan rapi. Jadilah kami kliennya IFBM sejak saat itu.
28 Agustus 2007 kami launchingkanlah Franchise Super Bimbel ”GSC” di Hotel Aston Palembang, acaranya sangat meriah, banyak tamu-tamu yang hadir memberikan support dan tertarik membeli franchise Super Bimbel ”GSC”. Sejak itu banyak sekali calon-calon franchisee yang datang ke kantor kami, menyatakan tertarik dan ingin memiliki bisnis franchise pendidikan bimbingan belajar. Apalagi sejak Super Bimbel ”GSC” ikut pameran franchise di JCC tanggal 22-24 Juni 2008 yang lalu, banyak peminat yang menghubungi sampai kami kewalahan ada yang dari Papua, Aceh, Ambon, Denpasar, Makasar, Banjarmasin, Menado, Lampung, Baturaja, Sekayu, Lahat dan Gorontalo. Saat ini kami memiliki lebih dari 5000 orang siswa dan telah memiliki 18 outlet dan cabang.
Saat ini saya sering sekali bertemu dengan siswa/i yang kami didik sejak dulu banyak sekali mereka yang berhasil dan sukses, ada yang dari dokter, insinyur, ahli hukum, design interior, ahli komputer, pengusaha bahkan ada yang juga menjadi guru. Ada kepuasan dan kebanggaan sendiri mendengar dan melihat mereka berhasil dan sukses. Rasa puas dan bangga inilah yang paling penting, yang ingin saya bagikan lewat bisnis franchise GSC. Saya bermimpi Super Bimbel ”GSC” akan hadir di seluruh Indonesia, banyak siswa/i berprestasi yang bermental unggul, yang tidak mudah menyerah kalah dari keadaan, yang mampu bangkit dari kesulitan, bahkan mampu memberi kontribusi dan membawa Indonesia Baru.
Saya senang jika Bapak/Ibu bersama-sama dengan kami mewujudkan mimpi dan cita-cita ini, meciptakan jutaan siswa berprestasi, yang tidak hanya prestasi akademisnya, tetapi juga menjadi generasi yang punya sikap mental positif, yang mampu menghadapi dan tidak menyerah dengan segala tantangan dan kesulitan, yang mau terus bangkit dari kekurangan, yang punya kemauan dan tekad yang keras untuk sukses dan berhasil.
Bapak/Ibu di manapun anda berada, di seluruh nusantara. Mari saya mengajak ”join” bersama kami, lewat bisnis franchise Super Bimbel ”GSC”. Wujudkan Indonesia yang Cerdas!
Salam Luar Biasa Dahsyat,
Johannes Agus Taruna, S.Si Owner dan Founder Super Bimbel ”GSC”
Online Support 1
Nita :
Online Support 2
Admin GSC :
.: BERITA TERBARU :.
.:VISITOR COUNTER:.
Hari ini
:
1
Kemarin
:
70
Minggu Ini
:
234
Bulan Ini
:
303
Bulan Lalu
:
1167
.:POLLING:.
Hal apa yang paling kamu cari di tempat bimbingan belajar?